Selasa, 17 Desember 2013

Industri makanan di Indonesia

LATAR BELAKANG
Mahluk hidup membutuhkan makanan untuk dapat bertahan hidup. Oleh karena itu diperlukan adanya pengolahan makanan yang tepat. Pengolahan makanan adalah kumpulan metode dan teknik yang digunakan untuk mengubah bahan mentah menjadi makanan atau mengubah makanan menjadi bentuk lain untuk konsumsi oleh manusia atau hewan di rumah atau oleh industri pengolahan makanan. Proses pengolahan makanan biasanya dilakukan seminimal mungkin atau sesuai kebutuhan. Hal tersebut dilakukan untuk meminimalkan hilangnya kandungan gizi dalam makanan tersebut.
Industri Makanan di Indonesia selama lima tahu terakhir mengalami peningkatan 41%. Karenanya, Indonesia suadah dapat bersaing di pasar global. Dan Indonesia juga di tempatkan sebagai pasar yang ideal di ASEAN.
Indonesia merupakan Negara dengan angka populasi tertinggi di ASEAN. Saat ini diketahui Indonesia menguasai 51% konsumsi bahan makanan di ASEAN. Melalui kesepakatan yang dilakuakan oleh ASEAN - Australia – New Zealand Free Trade Agreement (AANZFTA), dengan menempatkan Indonesia, dengan menempatkan Indonesia sebagai pasar yang diminati untuk perdagangan bebas dan 90% barang dan jasa yang diproduksi.
Para produsen juga akan menjadikan Indonesia sebagai target penjualannya. Saat inipun sudah terlihat, banyaknya makanan olahan impor yang dijual di Indonesia. Produk-produk ini juga bisa menjadi alternatif baru bagi para konsumen. Hal ini adalah tantangan baru bagi industri lokal, yang terus dipacu untuk meningkatikan daya saing, bertahan, berkembang, dan tumbuh dalam pasar yang kompetitif ini.
Makalah ini akan membahas mengenai bagaimana perkembangan industri makanan dan minuman di Indonesia dan bagaimana caranaya agar industry makanan tradisional Indonesia seperti tempe bisa mendunia.



Rumusan Masalah
1.      Bagaimana gambaran pertumbuhan industri makan Indonesia saat ini
2.      Apa saja merek lokal industri makanan Indonesia yang menduina.
3.      Bagaimana serbuan merek-merek asing di Indonesia.
4.      Gambaran salah satu industri makanan tradisional yang populer di Indonesia yaitu tempe yang dapat bersaing dengan produk asing

Tujuan Penulisan
1.    Untuk mengetahui bagaimana pertumbuhan industri makanan Indonesia saat ini.
2.    Untuk mengetahui merek lokal Indonesia yang mendunia.
3.    Untuk mengetahui bagaimana serbuan merek-merek asing ke Indonesia.
4.    Untuk mengetahui salah satu contoh industri makanan tradisional yang populer di Indonesia yaitu industri tempe yang dapat bersaing dengan produk asing


Pembahasan
  

A. Pertumbuhan industri makanan di Indonesia.

Jumlah penduduk Indonesia saat ini sebanyak 237,56 juta orang menjadikan Indonesia sebagai negara ke 4 dengan jumlah penduduk terbanyak. Jumlah penduduk yang semakin besar ini membawa sejumlah tantangan bagi bangsa untuk bekerja lebih keras dalam rangka peningkatan kesejahteraan rakyat, Peningkatan kesejateraan rakyat salah satunya adalah dengan menggalakkan industri makanan dalam rangka memciptakan ketahanan pangan di Indonesia.
Pemerintah Indonesia menargetkan pertumbuhan industri makanan di setiap tahunnya bertumbuh sebesar 5% , proyeksi persentase tersebut dicapai dikarenakan pada triwulan tahun sebelumnya industri makanan tumbuh sebesar 3%, dalam lima tahun ke depan,diharapkan dengan didukung adanya penambahan investasi, pertumbuhan penduduk yang tinggi, dan integrasi ASEAN, maka pertumbuhan industri makanan, minuman, dan tembakau diharapkan sebesar 8,4% per tahun atau lebih besar dibanding pertumbuhan industri nasional yang ditargetkan sekitar 6,7% per tahun.
Pencapaian target tersebut dapat dicapai dengan didorong oleh beberapa faktor yaitu, pertama faktor pertumbuhan makro ekonomi Indonesia membaik dan mendapat peringkat investasi yang layak beberapa waktu lalu., kedua pertumbuhan industri makanan dan minuman telah mencapai 7,29% lebih tinggi dibanding pertumbuhan industri nonmigas yang besarnya 6,49 beberapa tahun belakangan, ketiga Dengan besarnya jumlah penduduk Indonesia ditunjang makro ekonomi yang bagus, maka daya beli masyarakat juga diproyeksikan meningkat. Pada 2011, penjualan seluruh produk makanan dan minuman, baik primer maupun olahan, mencapai Rp650 triliun. Tahun ini diproyeksikan bisa meningkat menjadi Rp710 triliun.



B. Merek lokal industri makanan Indonesia yang mendunia
            Sebagian besar orang Indonesia mungkin banyak sekali meremehkan produk-produk industri makanan dalam negeri bahkan banyak sekali yang bangga apabila mengkonsumsi makanan dari industri makanan impor seperti mahasiswa lebih senang apabila makan siang di reastoran yang bermerek asing ketimbang makan di kantin, dengan memberi contoh-contoh merek lokal industri makanan Indonesia yang mendunia sekiranya dapat menimbulkan kecintaan kita terhadap produk-produk industry makana di Negara kita.
Berikut adalah contoh-contoh merk industri makanan Indonesia yang mendunia:
1.      Mie indomie
Mie asli Indonesia ini menurut survey menunjukkan Indonesia adalah Negara dengan pengkonsumsi mie terbanyak di dunia setelah China. Tercatat pula bahwa mi instant Indomie Goreng adalah pilihan kedua setelah nasi (atau pertama jika sedang tight budget), dan dapat dikatakan sebagai salah satu makanan Utama orang Indonesia . Walaupun telah muncul lebih dari 15 rasa, the original Mi Goreng Indomie tetap menjadi pilihan utama untuk dikonsumsi. Tidak hanya lidah orang Indonesia saja yang doyan berat, negara tetangga seperti Singapura, Brunei, dan Malaysia bahkan sampai Nigeria tidak mau ketinggalan menggemari Mi Goreng Indomie. Buktinya, seperti halnya di Indonesia, mi ini juga terpajang hampir di setiap supermarket atau mini market. Invasi mi goreng juga telah sampai ke negeri asal mi, China, Hongkong, serta Eropa dan sejumlah negara Afrika. Tidak salah bila Indofood dijuluki produsen mi instant terbesar di dunia dan menjadi merk Indonesia yang Mendunia.

2.      J.CO Donuts & Coffee
Jhonny andrean sebelumnya terkenal sebagai pengusaha salon yang sukses, tak kurang dari 168 jaringan salon dan 41 satu sekolah salon dimilikinya namun insting sang penata rambut kemudian membawanya terjun ke dunia industri makanan.
Sejak tahun 2003 ia aktif mengembangkan J.CO, J.CO merupakan produk luar negeri yang menggunakan konsep luar negeri dan disempurnakan dengan modrenisasi dan kualiats terbaik J.CO ditunjukkan dengan menyerbu pasar asing, J.CO bahkan ada di Malaisya dan Singapura


3.      CFC (California Fried Chicken)
Restoran yam goreng berikut ini namanya mungkin terdengar sang ke-Amerikaan padahal perusahaan ini didirikan oleh Pioneerdo Gourment International Tbk, 13 Desember 1983, dengan nama California Pioneer Chicken. Tahun 1988 mengganti nama menjadi yang sekarang ini, Karena para pemuda sangat tergila gila dengan westrenisasi padahal itu hanyalah kejelian manajemen memilih nama, Dan soal rasa restoran ini tidak kalah dari restotran dari Amaerika.

4.      Silver Queen
Silver Queen, Chunky Bar, dan Ceres, siapa yang tak kenal dengan ketiga merek coklat ini? Tahukah anda, kalau produsennya PT.Petra Foods, menjadi salah satu pemain utama di pasar global. Petra Foods, perusahaan milik keluarga Chuang ini, menjadi pesaing berat M&M’S, produsen coklat nomor satu di Amerika. Produk-produk dari PT.Petra Foods tersebut juga telah merambah ke setidaknya 17 negara di antaranya Thailand, Jepang, Filipina, Hong Kong, Australia, dan China.

5.     Aqua
Aqua lahir atas ide Tirto Utomo (1930-1994). Merupakan brand air minum dalam kemasan (AMDK) terbesar di wilayah Asia, Timur Tengah dan Pasifik menurut survei Zenith International. Tirto Utomo adalah orang Asia pertama yang dinobatkan sebagai tokoh pencetus dan penggerak industri AMDK di kawasan Asia dan Timur Tengah serta masuk dalam Hall of Fame industri bottled water. Sejak 1987 Aqua telah merajai Singapura, Malaysia, Maldives, Fiji, Australia, Timur Tengah dan Afrika. sayangnya sekarang produk aqua ini di akusisi danone



C. Serbuan merek-merek asing ke Indonesia

                Pasar industri makanan dan minuman Indonesia beberapa tahun belakangan ini makin diminati oleh para pemain global hal ini terjadi karena mereka melihat Indonesia dari segi pembeliannya cukup besar karena jumlah penduduknya keempat terbesar di dunia dan nomor satu di asia tenggara.
            Bisnis industri makanan dengan merek asing sudah memasuki Indonesia sejak tahun 1970’an  dalam tahun-tahun tersebut sampai dengan tahun 1990’an bisnis industri makanan tersebut seperti KFC, Swensen, Burger King belum terlalu berkembang, namun di akhir 2005 pertumbuhan industri merk asing ini meningkat tajam, walaupun jumlah industri makanan merk Indonesia  jauh lebih besar daripada merk industri makana asing namun, industry makanan merk Indonesia masih tidak mampu menyaingi omzet industri makanan merk asing tersebut, selain itu juga industri makanan merk lokal ternyata tidak mampu bertahan lama dalam menjalankan usahanya. Industri makanan lokal yang sebagian besar masuk dalam kategori usaha kecil menengah ini kurang mampu menjalankan manajemen yang baik serta menjaga kualitas produk.
Ditengah kelesuan industri makanan lokal, para investor asing sudah bersiap untuk menyerbu Indonesia dengan berbagai merk-merknya. Dengan modal besar yang dimiliki tidak mengherankan jika waralaba-waralaba asing ini mampu meluaskan ekspansi bisnisnya.
Para pelaku usaha lokal di bidang ini pun merasakan beratnya persaingan dengan industri makanan asing. Mereka menuntut pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan yang mampu menciptakan iklim usaha yang sehat antara para pemain asing dengan pelaku bisnis makanan lokal. Alangkah ironisnya jika para produsen makanan lokal itu harus menjadi penonton di negeri sendiri karena kalah bersaing.


D. salah satu contoh industri makanan tradisional yang populer di Indonesia yaitu industri tempe.

           
            Tempe merupakan salah satu makanan yang sering dikonsumsi masarakat Indonesia. Tempe merupakan produk olahan berbasis bioteknologi, bioteknologi merupakan bidang ilmu yang vital dan berhubungan dengan teknologi pertanian. Metode ini sebelumnya telah dilakukan sejak zaman dahulu, tetapi hal ini belum disadari oleh masyarakat umum.
Indonesia merupakan negara produsen tempe terbesar di dunia dan menjadi pasar kedelai terbesar di Asia. Sebanyak 50% dari konsumsi kedelai Indonesia dilakukan dalam bentuk tempe, 40% dalam bentuk tahu, dan 10% dalam bentuk produk lain seperti tauco dan kecap. Di Indonesia, konsumsi tempe rata-rata per orang per tahun diperkirakan sekitar 6,45 kg.
            Industri tempe            tidak boleh dipandang sebelah mata, karena dalam sidang Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2010 telah disetujui proposal 'new work' yang diajukan Indonesia untuk menyusun standar regional tempe. Disetujuinya standar tempe sebagai 'new work', menjadikan Indonesia sebagai koordinator electronic working group (EWG) bagi produk tempe, jadi parameter produksi tempe indonesia akan dijadikan standar baku di seluruh dunia.
            Namun sayangnya industri tempe di Indonesia saat ini sedang mengalami gejolak karena kenaikan harga kedelai membuat para pengrajin tempe mengeluarkan biaya yang lebih besar dan terkadang alternatifnya mereka junga mengkerdilkan ukuran tempenya.
 Meski memiliki kontribusi ekonomi yang besar dan merupakan bagian dari budaya pangan Indonesia, hanya sedikit perhatian yang diberikan terhadap kondisi industri tempe selama ini, industri tempe bukan industri penuh mesin dan peralatan canggih. Penuh asap yang memedihkan mata, pengap dan panas, seperti itulah pemandangan pabrik tempe sehari-hari. Asap yang bersumber dari pembakaran kayu untuk perebusan kedelai telah menyebabkan ruangan produksi yang tidak terlalu luas menjadi panas dan pengap, akibatnya memaksa para pekerja untuk melepaskan pakaiannya. Proses pengolahannya juga mengkhawatirkan, karena seperti untuk perebusan,terkadang menggunakan drum bekas oli, yang meskipun sudah dibersihkan namun rentan terhadap karat.oleh karenanya diperlukan jalan keluar dari pemerintah untuk menolong para produsen tempe untuk mempertahankan industri mananan tradisional ini dengan mengeluarkan kebijakan menghapus bea masuk kedelai dan memberikan dukungan pendanaan agar kita tidak lagi mendengar adanya rebusan tempe menggunakan drum oli menjadi stainless steel dan pembakaran tempe dari kayu bakar dari yang banyak mengeluarkan emisi gas menjadi pembakaran gas elpiji yang rendah emisi, sehingga memungkinkan tempe menjadi makanan steril dan tidak di anggap kampungan oleh masyarakat.


Kesimpulan

            Industri makanan di Indonesia adalah salah satu industri terpenting karena makanan adalah produk yang sangat dibutuhkan di Negara Indonesia yang memiliki jumlah penduduk terbesar nomor 4 di dunia jadi memungkinkan mengkonsumsi makanan lebih besar sehingga bisa menggairahkan sektor industri makanan agar memiliki pangsa pasar yang besar.
            Pertumbuhan industri makanan di Indonesia sudah bisa melebihi pertumbuhan ekonomi Indonesia sendiri.
            Namun pertumbuhan industri makanan merk Indonesia kurang mampu bersaing dengan merek-merek asing yang menyerbu Indonesia. Dapat dilihat dari omzet mereka karena mereka mempunyai modal yang besar dibandingkan merek industri makanan Indonesia yang hanya didasarkan pada UMKM, diatambah lagi ASEAN akan mengadakan perdangangan bebas dengan China sehingga menimbulkan kecemasan bagaimana nanti produk industri makanan lokal akan bersaing produk industri makanan asing.
            Sebagai bangsa Indonesia seharusnya kita bangga karena ada juga produk-produk industri makanan dalam negeri yang mendunia seperti “Indomie, J.CO Donuts & Coffee, Silver Queen dan Tempe” yang menjadi simbol bagaimana produk industry makanan dalam negeri bisa bersaing di pasar global.
            Khusus bagi tempe, tempe merupakan sebuah produk  industri makanan tradisional Indonesia yang mendunia, tempe bagi Kaum vegetarian di seluruh dunia banyak yang telah menggunakantempesebagai pengganti daging.  Akibatnya sekarang tempe diproduksi di banyak tempat di dunia, tidak hanya di Indonesia. Berbagai penelitian di sejumlah negara, seperti Jerman, Jepang, dan Amerika Serikat dan Tempe Indonesia sebagai standar produknya, oleh karenaya diperlukan perhatian pemerintah agar memperhatikan produsen tempe agar produsen tempe tidak mengeluhkan lagi kendala-kendala produksinya sehingga menjadikan tempe produk industri makanan Indonesia yang mendunia.


Daftar Pustaka

note : artikel di buat oleh Edwin Maulana :)


1 komentar:

Tommy mengatakan...

PUJI LESTARI PURNAMA menyediakan bahan kimia pengolahan air untuk air tawar atau air limbah untuk menghilangkan kotoran yang ada di dalam air. Jenis-jenis bahan kimia adalah:
1. Coagulant Aid
Bahan kimia yang mempercepat proses koagulasi (destabilisasi suspensi koloid) untuk memisahkan padatan tersuspensi untuk air.
2. Flocculant
Bahan kimia yang mengikat padatan tersuspensi yang dinetralisasi untuk meningkatkan ukuran partikelnya dan membantu dalam pengaturan partikel untuk pemurnian air.
o
3. Antifoam
Bahan kimia yang mengontrol, mengurangi dan menghalangi pembentukan busa dalam proses industri.
4. Nutrien dan Bakteri untuk perawatan air limbah
Nutrien dan bakteri yang dirancang untuk mengobati masalah perawatan air limbah termasuk tanaman limbah kota untuk meningkatkan aktivitas biologis, meningkatkan penghapusan COD dan mempertahankan populasi bakteri yang sehat.
5. RO Chemicals
o Acid dan Alkaline Chemicals : bahan kimia untuk membersihkan membran RO
o Scale Inhibitor : bahan kimia yang mengontrol skala endapan dalam membran RO
o Biocide : bahan kimia yang efektif melawan bakteri pereduksi sulfat dalam membran RO
6. Bahan Kimia Boiler
o Corrosion Inhibitor : bahan kimia yang menurunkan laju korosi logam atau paduan dalam
o Condensate Liquid : bahan kimia yang mengontrol pH kondensor untuk menghambat korosi yang disebabkan oleh uap kental.
o Scale Inhibitor dan Dipersant : bahan kimia yang mengontrol atau menjaga formasi skala dalam boiler.
o Bahan kimia pencegah korosi dan endapan inhibitor untuk boiler berbahan bakar batubara.
o Oxygen Scavenger : zat kimia yang mengurangi atau menghilangkan oksigen dalam boiler penghambat korosi
7. Bahan Kimia Pendingin Air
o Corrosion dan Scale Inhibitor : bahan kimia yang menurunkan dan mengontrol laju korosi logam atau paduan dan timbunan skala dalam sistem air pendingin.
o Biocides : Oksidasi dan biosida non-oksidasi untuk mengendalikan organisme di sistem air pendingin.
o Dispersant dan Bio Dispersant : bahan kimia yang menangkal fouling dan biofouling dalam sistem air pendingin.
UNTUK INFORMASI
Bisa hubungi:TOMMY.K (081310849918)

Posting Komentar