LATAR
BELAKANG
Mahluk
hidup membutuhkan makanan untuk dapat bertahan hidup. Oleh karena itu
diperlukan adanya pengolahan makanan yang tepat. Pengolahan makanan adalah
kumpulan metode dan teknik yang digunakan untuk mengubah bahan mentah
menjadi makanan atau
mengubah makanan menjadi bentuk lain untuk konsumsi oleh manusia atau
hewan di rumah atau oleh industri pengolahan makanan. Proses
pengolahan makanan biasanya dilakukan seminimal mungkin atau sesuai kebutuhan.
Hal tersebut dilakukan untuk meminimalkan hilangnya kandungan gizi dalam
makanan tersebut.
Industri
Makanan di Indonesia selama lima tahu terakhir mengalami peningkatan 41%.
Karenanya, Indonesia suadah dapat bersaing di pasar global. Dan Indonesia juga
di tempatkan sebagai pasar yang ideal di ASEAN.
Indonesia
merupakan Negara dengan angka populasi tertinggi di ASEAN. Saat ini diketahui
Indonesia menguasai 51% konsumsi bahan makanan di ASEAN. Melalui kesepakatan
yang dilakuakan oleh ASEAN - Australia – New Zealand Free Trade Agreement
(AANZFTA), dengan menempatkan Indonesia, dengan menempatkan Indonesia sebagai
pasar yang diminati untuk perdagangan bebas dan 90% barang dan jasa yang
diproduksi.
Para
produsen juga akan menjadikan Indonesia sebagai target penjualannya. Saat
inipun sudah terlihat, banyaknya makanan olahan impor yang dijual di Indonesia.
Produk-produk ini juga bisa menjadi alternatif baru bagi para konsumen. Hal ini adalah tantangan baru
bagi industri lokal, yang terus dipacu untuk meningkatikan daya saing,
bertahan, berkembang, dan tumbuh dalam pasar yang kompetitif ini.
Makalah
ini akan membahas mengenai bagaimana perkembangan industri makanan dan minuman
di Indonesia dan bagaimana caranaya agar industry makanan tradisional Indonesia
seperti tempe bisa mendunia.
Rumusan
Masalah
1. Bagaimana
gambaran pertumbuhan industri makan Indonesia saat ini
2. Apa
saja merek lokal industri makanan Indonesia yang menduina.
3. Bagaimana
serbuan merek-merek asing di Indonesia.
4. Gambaran
salah satu industri makanan tradisional yang populer di Indonesia yaitu tempe
yang dapat bersaing dengan produk asing
Tujuan
Penulisan
1.
Untuk mengetahui bagaimana pertumbuhan
industri makanan Indonesia saat ini.
2.
Untuk mengetahui merek lokal Indonesia
yang mendunia.
3.
Untuk mengetahui bagaimana serbuan
merek-merek asing ke Indonesia.
4.
Untuk mengetahui salah satu contoh
industri makanan tradisional yang populer di Indonesia yaitu industri tempe
yang dapat bersaing dengan produk asing
Pembahasan
A. Pertumbuhan industri makanan di Indonesia.
Jumlah penduduk Indonesia saat ini sebanyak 237,56 juta
orang menjadikan Indonesia sebagai negara ke 4 dengan jumlah penduduk
terbanyak. Jumlah penduduk yang semakin besar ini membawa sejumlah tantangan
bagi bangsa untuk bekerja lebih keras dalam rangka peningkatan kesejahteraan
rakyat, Peningkatan kesejateraan rakyat salah satunya adalah dengan
menggalakkan industri makanan dalam rangka memciptakan ketahanan pangan di
Indonesia.
Pemerintah
Indonesia menargetkan pertumbuhan industri makanan di setiap tahunnya bertumbuh
sebesar 5% , proyeksi persentase tersebut dicapai dikarenakan pada triwulan tahun sebelumnya industri makanan
tumbuh sebesar 3%, dalam
lima tahun ke depan,diharapkan dengan didukung adanya penambahan investasi,
pertumbuhan penduduk yang tinggi, dan integrasi ASEAN, maka pertumbuhan
industri makanan, minuman, dan tembakau diharapkan sebesar 8,4% per tahun atau
lebih besar dibanding pertumbuhan industri nasional yang ditargetkan sekitar
6,7% per tahun.
Pencapaian
target tersebut dapat dicapai dengan didorong oleh beberapa faktor yaitu,
pertama faktor pertumbuhan makro ekonomi Indonesia membaik dan mendapat
peringkat investasi yang layak beberapa waktu lalu., kedua pertumbuhan industri
makanan dan minuman telah mencapai 7,29% lebih tinggi dibanding pertumbuhan
industri nonmigas yang besarnya 6,49 beberapa tahun belakangan, ketiga Dengan
besarnya jumlah penduduk Indonesia ditunjang makro ekonomi yang bagus, maka
daya beli masyarakat juga diproyeksikan meningkat. Pada 2011, penjualan
seluruh produk makanan dan minuman, baik primer maupun olahan, mencapai Rp650
triliun. Tahun ini diproyeksikan bisa meningkat menjadi Rp710 triliun.
B. Merek lokal industri makanan Indonesia yang mendunia
Sebagian
besar orang Indonesia mungkin banyak sekali meremehkan produk-produk industri
makanan dalam negeri bahkan banyak sekali yang bangga apabila mengkonsumsi
makanan dari industri makanan impor seperti mahasiswa lebih senang apabila
makan siang di reastoran yang bermerek asing ketimbang makan di kantin, dengan
memberi contoh-contoh merek lokal industri makanan Indonesia yang mendunia
sekiranya dapat menimbulkan kecintaan kita terhadap produk-produk industry
makana di Negara kita.
Berikut
adalah contoh-contoh merk industri
makanan Indonesia yang mendunia:
1. Mie indomie
Mie
asli Indonesia ini menurut survey menunjukkan Indonesia adalah Negara dengan
pengkonsumsi mie terbanyak di dunia setelah China. Tercatat pula bahwa mi instant
Indomie Goreng adalah pilihan kedua setelah nasi (atau pertama jika sedang
tight budget), dan dapat dikatakan sebagai salah satu makanan Utama orang
Indonesia . Walaupun telah muncul lebih dari 15 rasa, the original Mi Goreng
Indomie tetap menjadi pilihan utama untuk dikonsumsi. Tidak hanya lidah orang
Indonesia saja yang doyan berat, negara tetangga seperti Singapura, Brunei, dan
Malaysia bahkan sampai Nigeria tidak mau ketinggalan menggemari Mi Goreng
Indomie. Buktinya, seperti halnya di Indonesia, mi ini juga terpajang hampir di
setiap supermarket atau mini market. Invasi mi goreng juga telah sampai ke
negeri asal mi, China,
Hongkong, serta Eropa dan sejumlah negara Afrika. Tidak salah bila Indofood
dijuluki produsen mi instant terbesar di dunia dan menjadi merk Indonesia yang
Mendunia.
2. J.CO
Donuts & Coffee
Jhonny
andrean sebelumnya terkenal sebagai pengusaha salon yang sukses, tak kurang
dari 168 jaringan salon dan 41 satu sekolah salon dimilikinya namun insting
sang penata rambut kemudian
membawanya terjun ke dunia industri makanan.
Sejak tahun 2003 ia aktif mengembangkan J.CO, J.CO
merupakan produk luar negeri yang menggunakan konsep luar negeri dan
disempurnakan dengan modrenisasi dan kualiats terbaik J.CO ditunjukkan dengan
menyerbu pasar asing, J.CO bahkan ada di Malaisya dan
Singapura
3.
CFC (California
Fried Chicken)
Restoran yam goreng berikut ini namanya mungkin terdengar
sang ke-Amerikaan padahal perusahaan ini didirikan oleh Pioneerdo Gourment International
Tbk, 13 Desember 1983, dengan nama California Pioneer Chicken. Tahun 1988
mengganti nama menjadi yang sekarang ini, Karena para pemuda sangat tergila
gila dengan westrenisasi padahal itu hanyalah kejelian manajemen memilih nama,
Dan soal rasa restoran ini tidak kalah dari restotran dari Amaerika.
4. Silver
Queen
Silver
Queen, Chunky Bar, dan Ceres, siapa yang tak kenal dengan ketiga merek coklat
ini? Tahukah anda, kalau produsennya PT.Petra Foods, menjadi salah satu pemain
utama di pasar global. Petra Foods, perusahaan milik keluarga Chuang ini,
menjadi pesaing berat M&M’S, produsen coklat nomor satu di Amerika. Produk-produk
dari PT.Petra Foods tersebut juga telah merambah ke setidaknya 17 negara di
antaranya Thailand, Jepang, Filipina, Hong Kong, Australia, dan China.
5.
Aqua
Aqua
lahir atas ide Tirto Utomo (1930-1994). Merupakan brand air minum dalam
kemasan (AMDK) terbesar di wilayah Asia, Timur Tengah dan Pasifik menurut
survei Zenith International. Tirto Utomo adalah orang Asia pertama yang
dinobatkan sebagai tokoh pencetus dan penggerak industri AMDK di kawasan Asia
dan Timur Tengah serta masuk dalam Hall of Fame industri bottled
water. Sejak 1987 Aqua telah merajai Singapura, Malaysia, Maldives, Fiji,
Australia, Timur Tengah dan Afrika. sayangnya sekarang produk aqua ini di
akusisi danone
C. Serbuan merek-merek asing ke Indonesia
Pasar
industri makanan dan minuman Indonesia beberapa tahun belakangan ini makin
diminati oleh para pemain global hal ini terjadi karena mereka melihat
Indonesia dari segi pembeliannya cukup besar karena jumlah penduduknya keempat
terbesar di dunia dan nomor satu di asia tenggara.
Bisnis industri makanan dengan merek
asing sudah memasuki Indonesia sejak tahun 1970’an dalam tahun-tahun tersebut sampai dengan
tahun 1990’an bisnis industri makanan tersebut seperti KFC, Swensen, Burger
King belum terlalu berkembang, namun di akhir 2005 pertumbuhan industri merk
asing ini meningkat tajam, walaupun jumlah industri makanan merk Indonesia jauh lebih besar daripada merk industri makana
asing namun, industry makanan merk Indonesia masih tidak mampu menyaingi omzet
industri makanan merk asing tersebut, selain itu juga industri makanan merk
lokal ternyata tidak mampu bertahan lama dalam
menjalankan usahanya. Industri makanan lokal yang
sebagian besar masuk dalam kategori usaha kecil menengah ini kurang mampu
menjalankan manajemen yang baik serta menjaga kualitas produk.
Ditengah
kelesuan industri makanan lokal, para investor asing sudah bersiap untuk
menyerbu Indonesia dengan berbagai merk-merknya. Dengan modal besar
yang dimiliki tidak mengherankan jika waralaba-waralaba asing ini mampu meluaskan
ekspansi bisnisnya.
Para
pelaku usaha lokal di bidang ini pun merasakan beratnya persaingan dengan industri
makanan asing. Mereka menuntut pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan yang
mampu menciptakan iklim usaha yang sehat antara para pemain asing dengan pelaku
bisnis makanan lokal. Alangkah ironisnya jika para produsen makanan lokal itu
harus menjadi penonton di negeri sendiri karena kalah bersaing.
D.
salah satu contoh industri makanan
tradisional yang populer di Indonesia yaitu industri tempe.
Tempe
merupakan salah satu makanan yang sering dikonsumsi masarakat Indonesia. Tempe
merupakan produk olahan berbasis bioteknologi, bioteknologi merupakan bidang
ilmu yang vital dan berhubungan dengan teknologi pertanian. Metode ini
sebelumnya telah dilakukan sejak zaman dahulu, tetapi hal ini belum disadari
oleh masyarakat umum.
Indonesia
merupakan negara produsen tempe terbesar di dunia dan menjadi pasar kedelai
terbesar di Asia. Sebanyak 50% dari konsumsi kedelai Indonesia dilakukan dalam
bentuk tempe, 40% dalam bentuk tahu, dan 10% dalam bentuk produk lain seperti
tauco dan kecap. Di Indonesia, konsumsi tempe rata-rata per orang per tahun
diperkirakan sekitar 6,45 kg.
Industri
tempe
tidak boleh dipandang sebelah mata, karena dalam sidang Organisasi
Kesehatan Dunia (WHO) pada 2010 telah disetujui proposal 'new work' yang diajukan
Indonesia untuk menyusun standar regional tempe. Disetujuinya standar tempe
sebagai 'new work',
menjadikan Indonesia sebagai koordinator electronic working group (EWG) bagi
produk tempe, jadi parameter produksi tempe indonesia akan dijadikan standar
baku di seluruh dunia.
Namun
sayangnya industri tempe di Indonesia saat ini sedang mengalami gejolak karena
kenaikan harga kedelai membuat para pengrajin tempe mengeluarkan biaya yang
lebih besar dan terkadang alternatifnya mereka junga mengkerdilkan ukuran
tempenya.
Meski memiliki kontribusi ekonomi yang besar
dan merupakan bagian dari budaya pangan Indonesia, hanya sedikit perhatian yang
diberikan terhadap kondisi industri tempe selama ini, industri tempe bukan
industri penuh mesin dan peralatan canggih. Penuh asap yang memedihkan mata,
pengap dan panas, seperti itulah pemandangan pabrik tempe sehari-hari. Asap
yang bersumber dari pembakaran kayu untuk perebusan kedelai telah menyebabkan
ruangan produksi yang tidak terlalu luas menjadi panas dan pengap, akibatnya
memaksa para pekerja untuk melepaskan pakaiannya. Proses pengolahannya juga
mengkhawatirkan, karena seperti untuk perebusan,terkadang menggunakan drum
bekas oli, yang meskipun sudah dibersihkan namun rentan terhadap karat.oleh
karenanya diperlukan jalan keluar dari pemerintah untuk menolong para produsen
tempe untuk mempertahankan industri mananan tradisional ini dengan mengeluarkan
kebijakan menghapus bea masuk kedelai dan memberikan dukungan pendanaan agar
kita tidak lagi mendengar adanya rebusan tempe menggunakan drum oli menjadi
stainless steel dan pembakaran tempe dari kayu bakar dari yang banyak
mengeluarkan emisi gas menjadi pembakaran gas elpiji yang rendah emisi,
sehingga memungkinkan tempe menjadi makanan steril dan tidak di anggap
kampungan oleh masyarakat.
Kesimpulan
Industri
makanan di Indonesia adalah salah satu industri terpenting karena makanan
adalah produk yang sangat dibutuhkan di Negara Indonesia yang memiliki jumlah
penduduk terbesar nomor 4 di dunia jadi memungkinkan mengkonsumsi makanan lebih
besar sehingga bisa menggairahkan sektor industri makanan agar memiliki pangsa
pasar yang besar.
Pertumbuhan
industri makanan di Indonesia sudah bisa melebihi pertumbuhan ekonomi Indonesia
sendiri.
Namun
pertumbuhan industri makanan merk Indonesia kurang mampu bersaing dengan
merek-merek asing yang menyerbu Indonesia. Dapat dilihat dari omzet mereka
karena mereka mempunyai modal yang besar dibandingkan merek industri makanan
Indonesia yang hanya didasarkan pada UMKM, diatambah lagi ASEAN akan mengadakan
perdangangan bebas dengan China sehingga menimbulkan kecemasan bagaimana nanti
produk industri makanan lokal akan bersaing produk industri makanan asing.
Sebagai
bangsa Indonesia seharusnya kita bangga karena ada juga produk-produk industri
makanan dalam negeri yang mendunia seperti “Indomie, J.CO Donuts & Coffee, Silver Queen dan Tempe” yang menjadi
simbol bagaimana produk industry makanan dalam negeri bisa bersaing di pasar
global.
Khusus
bagi tempe, tempe merupakan sebuah produk
industri makanan tradisional Indonesia yang mendunia, tempe bagi Kaum
vegetarian di seluruh dunia banyak yang telah menggunakantempesebagai pengganti
daging. Akibatnya sekarang tempe diproduksi di banyak tempat di dunia,
tidak hanya di Indonesia. Berbagai penelitian di sejumlah negara, seperti Jerman,
Jepang, dan Amerika Serikat dan Tempe Indonesia sebagai standar produknya, oleh
karenaya diperlukan perhatian pemerintah agar memperhatikan produsen tempe agar
produsen tempe tidak mengeluhkan lagi kendala-kendala produksinya sehingga
menjadikan tempe produk industri makanan Indonesia yang mendunia.
Daftar Pustaka
note : artikel di buat oleh Edwin Maulana :)


1 komentar:
PUJI LESTARI PURNAMA menyediakan bahan kimia pengolahan air untuk air tawar atau air limbah untuk menghilangkan kotoran yang ada di dalam air. Jenis-jenis bahan kimia adalah:
1. Coagulant Aid
Bahan kimia yang mempercepat proses koagulasi (destabilisasi suspensi koloid) untuk memisahkan padatan tersuspensi untuk air.
2. Flocculant
Bahan kimia yang mengikat padatan tersuspensi yang dinetralisasi untuk meningkatkan ukuran partikelnya dan membantu dalam pengaturan partikel untuk pemurnian air.
o
3. Antifoam
Bahan kimia yang mengontrol, mengurangi dan menghalangi pembentukan busa dalam proses industri.
4. Nutrien dan Bakteri untuk perawatan air limbah
Nutrien dan bakteri yang dirancang untuk mengobati masalah perawatan air limbah termasuk tanaman limbah kota untuk meningkatkan aktivitas biologis, meningkatkan penghapusan COD dan mempertahankan populasi bakteri yang sehat.
5. RO Chemicals
o Acid dan Alkaline Chemicals : bahan kimia untuk membersihkan membran RO
o Scale Inhibitor : bahan kimia yang mengontrol skala endapan dalam membran RO
o Biocide : bahan kimia yang efektif melawan bakteri pereduksi sulfat dalam membran RO
6. Bahan Kimia Boiler
o Corrosion Inhibitor : bahan kimia yang menurunkan laju korosi logam atau paduan dalam
o Condensate Liquid : bahan kimia yang mengontrol pH kondensor untuk menghambat korosi yang disebabkan oleh uap kental.
o Scale Inhibitor dan Dipersant : bahan kimia yang mengontrol atau menjaga formasi skala dalam boiler.
o Bahan kimia pencegah korosi dan endapan inhibitor untuk boiler berbahan bakar batubara.
o Oxygen Scavenger : zat kimia yang mengurangi atau menghilangkan oksigen dalam boiler penghambat korosi
7. Bahan Kimia Pendingin Air
o Corrosion dan Scale Inhibitor : bahan kimia yang menurunkan dan mengontrol laju korosi logam atau paduan dan timbunan skala dalam sistem air pendingin.
o Biocides : Oksidasi dan biosida non-oksidasi untuk mengendalikan organisme di sistem air pendingin.
o Dispersant dan Bio Dispersant : bahan kimia yang menangkal fouling dan biofouling dalam sistem air pendingin.
UNTUK INFORMASI
Bisa hubungi:TOMMY.K (081310849918)
Posting Komentar